You are currently browsing the category archive for the ‘Fisika-Earth’ category.

jhgelGeophysics is the study of the earth’s properties by applying physical theories and using instruments for measurement. Pemahaman sederhana untuk geofisika dapat kita gambarkan sebagai perpaduan dari Fisika, Matematika dan Geologi yang didukung oleh Komputasi, Observasi dan Instrumentasi (mas Grandis – itb).

Ups! Ada fisikanya! 😛

Dalam bahasa sederhana, sy enak menyebutnya dengan survei geofisika. Apa nih yg disurvei? *..&^%^>#<@%###..*  Ada secarik note yg disampaikan oleh mas John Milsom – University College London, yaitu: “…Measurements in geophysical surveys are made in the field but, unfortunately, many are also of fields. Field theory is fundamental to gravity magnetic and electromagnetic work, an even particle fluxes and seismic wavefronts can be described in terms of radiation fields…”. Tentang bagaimana cara kita ngukurnya & tools yg digunakan ya disebut metoda geofisika. Dan Tabel berikut menunjukkan parameter2 fisis yg ‘disurvei’.

METODA GEOFISIKA

PARAMETER YANG DIUKUR

SIFAT FISIKA YANG DIUKUR

SEISMIK

Waktu tiba gelombang seismik pantul atau bias, amplitudo dan frekuensi gelombang seismik

Densitas dan modulus elastisitas yang menentukan kecepatan rambat gelombang seismik

GRAVITASI

Variasi harga percepatan gravitasi bumi pada posisi yang berbeda

Densitas

MAGNETIK

Variasi harga intensitas medan magnetik pada posisi yang berbeda

Suseptibilitas atau remanen magnetik

RESISTIVITAS

Harga resistansi dari bumi

Konduktivitas listrik

POLARISASI TERINDUKSI

Tegangan polarisasi atau resistivitas batuan sebagai fungsi dari frekuensi

Kapasitansi listrik

POTENSIAL DIRI

Potensial listrik

Konduktivitas listrik

ELEKTROMAGNETIK

Respon terhadap radiasi elektromagnetik

Konduktivitas atau Induktansi listrik

RADAR

Waktu tiba perambatan gelombang radar

Konstanta dielektrik

Berikut kita lihat beberapa definisi dari metoda2 geofisika:

Metoda Seismik >> terdiri dari seismik pantul (refleksi) dan seismic Bias (refraksi). Metoda seismik berdasarkan bahwa kecepatan penjalaran gelombang seismik ditentukan oleh sifat elastisitas mediumnya. Sumber gelombang buatan (seismic waves) yang dikirimkan menembus tiap lapisan bumi akan dipantulkan/dibiaskan kembali berdasarkan reflektifitas/refraksifitas batas lapisan. Selanjutnya sinyal2 tersebut diproses sedemikian rupa untuk mencitrakan kembali bagaimana penampang lapisan bawah permukaan bumi. Sukur kalo ketemu minyak & gas! 😀

Metoda Gravitasi >> Metoda ini untuk mengukur adanya perbedaan kecil medan gaya berat batuan. Perbedaan ini disebabkan karena Baca entri selengkapnya »

Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia..dan untuk memenuhi kebutuhannya..tidak salah bila manusia cenderung untuk memanfaatkan sumber air yang terdekat. Salah satunya adalah air yg berada di bawah permukaan tanah atau air tanah. Hmm..dalam kehidupan sehari-hari pola pemanfaatan airtanah sering kita lihat dalam penggunaan sumur gali & sumur bor oleh penduduk. 😛

Air tanah adalah semua air yang terdapat dalam ruang batuan dasar atau regolith (lapisan soil atau fragmen batuan dari yang menutupi bed rock). Jumlahnya kurang dari 1 % air di bumi, tetapi 40 kali lebih besar dibandingkan air bersih di permukaan (sungai dan danau). model-siklus-hidrologi-dimodifikasi-dari-konsep-gunung-merapi-gunung-kidul2

Air Tanah dalam Model Siklus Hidrologi!!…dimulai pada daerah resapan airtanah yg sering juga disebut sebagai daerah imbuhan airtanah (recharge zone). Daerah ini adalah wilayah dimana air yg berada di permukaan tanah baik air hujan ataupun air permukaan mengalami proses penyusupan (infiltrasi) secara gravitasi melalui lubang pori tanah/batuan atau celah/rekahan pada tanah/batuan.

Proses penyusupan ini akan berakumulasi pada satu titik dimana air tersebut menemui suatu lapisan atau struktur batuan yang bersifat kedap air (impermeabel). Titik akumulasi ini akan membentuk Baca entri selengkapnya »

Intermezzo:

“…Secara pribadi postingan kali ini sunguh sangat menarik sekali bagi sy. ‘Mekah sebagai Pusat Superkontinen (Pangea) sepanjang masa 7 giga annum umur tatasurya’ merupakan paper luarbiasa yang disusun oleh Bapak Maryanto. Melalui via Japri (jalur pribadi) sy mendapatkan izin langsung untuk menampilkan paper tersebut. Terlepas dari benar ato salah, semoga penyajian postingan berikut ini setidaknya dapat menggugah daya analisis sains kita bersama pada Earth yang begitu cantik nan elok atas kuasa Yang Maha Mencipta & Mengatur. Selamat membaca J …”

Tentang Penulis:

Drs. Maryanto M.Sc., lahir di Sempol, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, tgl 8 Maret 1959. Menyelesaikan Fisika, FMIPA, UGM, Yogyakarta th 1985, dan Master Teknik Geologi, FIKTM, ITB, Bandung, th 2003. Bekerja di PT Caltex Pacific Indonesia (sekarang PT Chevron Pacific Indonesia), sejak 1985 hingga kini (2008). E-mail: maryanto7@yahoo.com ; maryant@chevron.com

Up to date, Situs THEORY SALAM : http://salamology.wordpress.com

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamin. Segala puji bagi Allah. Atas kehendak-Nya, maka akan selalu bertambah bukti-bukti kebenaran Qur’an, seperti pada Fushshilat (41): 53: “Akan Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap penjuru dan di dalam diri mereka sendiri sehingga jelas bagi mereka bahwasanya Al Qur’an adalah yang benar”.

1. Apakah Ummul Qura berarti Ibu Negeri (pusat) seluruh benua-benua dunia ?

Asy Syuuraa (42):7. “Wa kaa dzaalika auhainaa ilaika qur-aanan “arrabiyyal li tundzira ummal quraa wa man haulahaa wa tundzira yaumal jam’i la raaiba fiihi fariiqun fil jannati wa fariiqun fis sa’iir”. “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (ibu negeri, Mekah) dan penduduk (negeri- negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya, segolongan dalam surga dan segolongan (lagi) dalam neraka”.

Mekah berkemungkinan besar sebagai engsel lempeng di tengah superkontinen (gabungan semua benua dunia) telah di tunjukkan pada gambar 1 (a, b, c), yang di lihat Maryanto di bulan Oktober 2000. Gambar menakjubkan ini bisa di sebut sebagai awal gagasan Teori SALAM, yakni perbaikan Teori Lempeng Tektonik, dan seberkas keterangan Pakem Evolusi Jagadraya, menuju dunia sejahtera.

Gambar itu tertua adalah di buat th 1915 oleh Alfred Wagener, meteorologist Bangsa Jerman (gb. 1a). Penggagas awal Teori Kontinental Drift ini nyatakan bahwa benua-benua bergerak di bawa oleh arus. Semua benua-benua pernah menjadi satu, sebagai superkontinen, yang di sebut Pangaea (Pangea, semua darat, bhs. Latin). Beliau saat itu sebut Pangea terjadi pada 200 Ma “Million annum” (juta tahun) lalu. Prediksi umur itu telah amat bagus, dengan simpangan amat kecil (7 Ma) dari batas akhir penggabungan semua benua, yakni 277 – 207 Ma, semasa PermianTriassik. Ide ini di perbaiki oleh Carey, 1945 (gbr. 1b.) dan Diet & Holden, 1970 (gbr. 1c.). Gambar asterik (*), disebutkan mereka sebagi pusat hemisphere Pangea, ternyata selalu berada di Timur Tengah, dan berturut-turut di lokasikan di sekitar kota Aswan, Riyad, dan Laut Tethis. Dengan anggapan simpangan pengukuran sekitar 2 % (800 km) dari keliling bumi, maka terlihatlah lingkaran merah di buat oleh Maryanto, di mana Mekah selalu masuk dalam lingkarannya.

Johnson, 1998, menunjukkan peta geologi permukaan (gbr. 3, dan 4). AAN (Anticline of Arabian – Nubian ) , warna abu-abu pada gambar 5, dengan batuan di tengahnya berumur Archean (~ 3 Ga), serta pinggirnya berumur 0.5 Ga. Mekah ada di sekitar tengah AAN ini. Antiklin adalah struktur lapisan dengan umur sama maka lebih dangkal di tengahnya. Ini juga disebut daerah orogenesa, atau dataran tinggi, atau “shield” (tameng). Collins, 2003, menyatakan bahwa hanya ada dua superplume (arus pusar naik terkuat) di bumi, yakni Dekat Afar dan Pasifik Selatan. Afar adalah ujung selatan Laut Merah. AAN lebih mungkin sebagai yang di maksudkan “dekat Afar” itu. Gambar Collins, (gbr. 2), juga memperlihatkan AAN bergerak putar melingkar searah jarum jam mengelilingi suatu titik di katulistiwa M(~50 E; 0 N), sebesar 165 derajad selama 458 Ma. Di hitung kemudian, bahwa selama 700 Ma, pergerakan AAN akan 252 derajad, atau 0.7 keliling lingkaran.

Untuk selama 7 Ga umur tatasurya nanti, AAN mengelilingi 7 kali. (Dr. Moedji Raharto, Boscca, 2000, sebut tatasurya akan berumur 7 Ga, dan sudah 4.6 Ga). Gerak ini di sebut gerak SEMPOL (“ Seven clock ways rotating to M(~50 E; 0 N) Evolving Mid Pangea Over 7 giga annum Long”). Semua himesphere Pangea (kumpulan benua-benua, terpisah laut atau tak terpisahkan laut) bergerak berputar mengelilingi titik M. Titik ini berada di katulistiwa dan di tenggara Arab. Semakin pinggir dari himesphere Pangea, kecepatan putarnya akan semakin besar, dan terbesar 6 cm/tahun.

An Naml (27): 88:

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka mereka tetap di tempatnya, padahal mereka berjalan seperti jalannya awan”.

Semua gambar memperkuat adanya kemungkinanan AAN (dimana Mekah ada di tengahnya) adalah sebagai engsel tengah lempeng himesphere kontinen-kontinen, termasuk sewaktu semua kotinen menjadi satu atau sedang terpisahkan oleh laut, selama umur bumi ini.

Sejak Big Bang sekiatr 18.6 Ga, maka seluruh jagadraya yang semula sebesar bola tenis, meledak, menimbulkan panas yang amat tinggi, lalu massa menyebar, mengembang. Kini Jagadraya berupa piring dengan jari-jari 17.1 Ga cahaya.

Al Anbiya’(21): 30

“Apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahwa langit dan bumi semula padu, dan kemudian Kami pisahkan mereka itu keduanya”.

Adz Dzaariyaat(51): 47

“Dan langit Kami bangun dengan kekuatan, dan Kamilah yang meluaskannya”.

Pada 11.6 Ga lalu, yakni 7 Ga setelah Big Bang, maka terjadi kolapse gravitasi, yang menjadikan sekitar 100 milyard galaksi (termasuk Bimasakti). Lalu 7 Ga kemudian, yakni pada 4.6 Ga lalu, terbentuklah tatasurya. Ini berarti langit telah di bentuk dalam 2 masa pereode 7 Ga. Apakah ini arti dari ayat berikut ?

Fush shilat (41): 12: “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa….”

Sejak awal terbent uknya bumi yang pada 4.6 Ga lalu berupa gas hydrogen, berkumpullah massa menjadi bola. Kemudian terjadilah pemampatan, dan reaksi atom, serta zat yang densitasnya tinggi menuju pusat inti bumi, dan yang zat ringan menuju pinggir bumi. Akhirnya 30 % luas permukaan bumi terdiri sebagi kontinen, yang tentu paling tengah himesphere kontinenlah yang terjadi pertama kali, sekitar 4.4 Ga lalu.

Ali Imron (3):96.

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Jarak Bumi-Matahari adalah 8 menit cahaya (150.000.000 km) Jagadraya berupa kumpulan massa berbentuk cakram, jari-jari 17.1 Ga cahaya. (catatan: jarak 1 detik cahaya = 300.000 km). Studi lanjut menunjukkan bahwa kutub utara bumi akan selalu di kutub utara jagadraya, dan kutub selatan bumi selalu di kutub selatan jagadraya. Bumi, selain ber-rotasi pada porosnya sehari semalam, serta revolusi mengelilingi matahari setahun sekali, maka lempeng (kulit) bumi yang berupa 1 % tebal jari-jari bumi, terputar dengan gerak SEMPOL, atau AAN mengelilingi sumbu putar Intibumi ke M(~50 E; 0 N), 7 kali searah jarum jam, selama 7 ga umur tatasurya. Akibat gerak SEMPOL, maka bisa di anggap AAN-nya diam, lalu semua benda di atas equator bumi, misal matahari, akan relatif bergerak lawan arah jarum jam, 7 kali selama 7 Ga. Karena semua bendaangkasa berada diatas equator bumi, maka karena SEMPOL, maka semua benda angkasa berputar 7 kali lawan arah jarum jam, selama 7 ga umur tatasurya.

Apakah itu semua tawaf ?

Sejak lahirnya bumi pada 4.6 Ga lalu, maka bumi telah mengalami 6 masa (pereode 700 Ma). Apakah ini arti 6 masa (yaum) pada 7 surat berikut? :

Al Aa’raaf (7): 54:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” Juga pada Yunus (10):3, Huud (11):7, As Sajdah (32): 4, Qaaf (50):38, Al Hadiid (57):4. Yang di perjelas pada Fush Shilat (41): 9-12.

2. Teori Lempeng Tektonik.

Teori lempeng tektonik berkembang sejak 1967, dan dengan cepat teori ini banyak di terima masyarakat. Ide ini telah muncul sekitar 350 th sebelumnya, yakni 1596, lalu menjadi teori Kontinental Drift hingga 1970’an.

Bentuk pantai barat Afrika dan pantai timur Amerika Selatan, adalah awal ide teori pergerakan benua ini. Penulis itu antara lain 1596 Abraham Ortelius, 1620 Sir Francois Bacon, 1666 Francois Placet, 1756 Theodor Christoph Lilienthal, 1801 and 1845 Alexander von Humbolt, 1858 Antonio Snider-Pellegrini. James Hutton dan Sir Lyell di abad 19 mengembangkan teori katastropi, bahwa tak ada kekuatan yang bisa merubah

drastis tanpa kejadian drastis. Maka 1882 Oswald Fisher sebut Bulan adalah bagian kulit bumi Lautan Pasifik. Teorinya, bumi di tabarak oleh benda sebesar Mars, lalu bagian kulit bumi itu terlempar keluar bumi, menjadilah Bulan. Teori ini hingga kini masih ada yang percaya.

Konsep uniformitas di ungkapkan fisikawan FB. Taylor 1910, dan Alfred Wagener 1912 sebagai Kontinental Drift. Konsepnya di terbitkan th 1915 (bhs. Jerman), dan translasi bhs Inggris 7 th kemudian (1922). Setelah 1967, Teori Lempeng Tektonik di prakarsai oleh : McKenzie, Parker, Morgan.

3. Teori SALAM.

SALAM singkatan “Seven to n-th power of ten – Annum Long of Age – and Minor” cycle, adalah jumlahan fungsi- fungsi siklus sinusoidal amplitudo versus waktu dengan pereode (dalam tahun “annum”): 7 a, 70 a, 700 a, 7 Ka “Kilo annum”, 70 Ka, 700 Ka, 7 Ma “Million annum”, 70 Ma, 700 Ma, 7 Ga “Giga annum”, 70 Ga, dengan amplitude sinusoidalnya sekian kali lipat lebih besar untuk gelombang berperiode lebih panjangnya,

dan dengan siklus minornya: setahun, sebulan, seminggu, sehari, lalu semua periode gelombang partikel hingga terpendek, 1×10^23 putaran perdetik (“Hz.”) (Maryanto, 2003). Data penunjangnya lebih dari 20 data lokal dan global, serta universal, termasuk dan tak terbatas pada global – lokal: stratigrafi, tektonik, muka laut, temperatur, curah hujan, pergerakan kutub, perubahan magnetik, evolusi biota, sejarah, dan ekonomi.

Simpangan pengukuran (deviasi standar, “error”) SALAM amatlah kecil, yakni sekitar 10% dari setiap periodenya, dan ini jauh lebih kecil dari pada simpangan pengukuran datanya. Ini menunjukkan Siklus SALAM ber-probabilitas atas keberadaannya di alam yang amat tinggi (sekitar 90 %), mempersempit kesalahan pengukuran data-datanya, memprediksi dengan lebih baik pada daerah dengan data yang sedikit, untuk semua waktu yang telah ada, yakni dari Big Bang, juga waktu yang mungkin akan datang.

Dari data-data itu, penulis menyimpulkan bahwa semua evolusi parameter fisika di jagadraya dipengaruhi oleh hanya sebuah fungsi gelombang induk ini, yang telah mengontrolnya sepanjang sejarah jagadraya, dan akan terus mengkontrolnya. Teori Gelombang SALAM menerangkan bahwa bumi, selain berputar pada porosnya sehari semalam dan berevolusi mengitari matahari selama setahun sekali edar, maka bumi relatif terhadap matahari dengan waktu bertambah, adalah bergerak spiral dengan Siklus SALAM (Maryanto, 2004). Kalender SALAM adalah gambaran urutan kejadian jagadraya.

Siklus SALAM adalah suatu persamaan gelombang waktu dan satuan panjang (jarak, “space”). Diskripsi gelombang “space” akan di bantu dengan Gelombang ARIF “Alternating compression extenstion pereodically in space and time Results in Imaging a Form of wave”. Gambaran strukturnya di sebut Flower Structure of SYUKUR “Structural plate or mass Yielded by Unrested convection flow as Key Unifying fragmented plate or mass Reference” menunjukkan adanya flower stucture berbagai tingkat dari tingkat skala atom hingga skala jagadraya. Pusat Pangea di sebut AAN, dengan putaran Pangea di sebut SEMPOL. Skala waktu geologinya untuk di gabung dengan nama stratigrafi cekungan di Indonesia di sebut SLEMAN “Stratigraphy Lexicon

Elevates Mines Available Nomenclature”, dalam menerangkan sejarah tektonik Indonesia, SDEKAH (“Sunda plate Development in Earth’s convection with Kalimantan as Anticlinal Hystory”).

4. Korelasi SALAM dengan Parameter Fisis Bumi dan Jagadraya.

Gambar 6a, 6b: Kalender SALAM sepanjang 70 Ga, dengan 10 grafik, di mana grafik sebelah kanannya adalah pembesaran bagian grafik kirinya yang di beri tanda kotak merah. Grafik ini menggambarkan bumi (selain ber-rotasi selama sehari dan ber-revolusi mengitari matahari selama setahun), bumi bergerak spiral terhadap matahari dengan jalur edar Gelombang SALAM. Dengan bertambahnya waktu (satuan tahun), maka semakin kecil harga SALAM (menyimpang ke arah kiri pembaca), berkorelasi dengan mendekatnya bumi ke matahari, gaya gravitasi matahari ke bumi semakin kuat, energi elektromagnetik semakin kuat, global temperatur naik, bumi memuai, bumi mengembang, semua lapisan bumi termasuk lithosfer dan kerak bumi bergerak mengembang (“divergent”), kontinental mengembang, jari-jari himespere Pangea (kumpulan semua benua) memanjang, sesar syn rift (“postrift”, “sagging”), sedimentasi syn-rift, muka laut naik, transgresi, curah hujan menurun, tenaga transportasi air pada sedimen mengecil, ukuran butir sedimen mengecil, jumlah batuan induk hidrokarbon meningkat, jumlah gempa menurun. Dan dengan temperatur naik dari 0 K ke OLT (“Optimum Life Temperature”), maka jumlah famili spesies biota naik, ekonomi membaik. Untuk kenaikan temperatur dari OLT ke lebih panas, maka jumlah famili spesies turun, ekonomi memburuk, bunga bank mengecil, jumlah pegawai menurun, jumlah perumahan terkontrak mengecil, dll.

Sebaliknya, dengan bertambahnya waktu, dengan harga SALAM naik (kearah kanan pembaca), maka bumi semakin ajuh dai matahari, gaya gravitasi matahari ke bumi semakin lemah, energi elektromagnetik semakin lemah, global temperatur turun, bumi menyusut, bumi mengempis, semua lapisan bumi termasuk lithosfer dan kerak bumi bergerak mengkerut (“convergent”, terjadi sesar wrench), kontinental mengkerut, jari-jari himespere Pangea mengecil, sesar inversi (“syn orogenik”), sedimentasi inversi, mukalaut turun, regresi, curah hujan naik, tenaga transportasi air pada sedimen membesar, ukuran butir sedimen membesar, jumlah batuan induk hidrokarbon menyusut., jumlah gempa meningkat Temperatur turun dari amat panas ke OLT (“Optimum Life Temperature”), jumlah famili spesies biota naik, ekonomi membaik. Bila temperatur turun dari OLT kelebih 0 K, maka jumlah famili spesies turun, ekonomi memburuk.

5. Manfaat Kalender SALAM.

Teori SALAM sebagi seberkas Pakem aturan Evolusi Jagadraya ini untuk keselamatan dan kesejahteraan umat. Ini memprediksi gempa (gempa tektonik, tsunami, gunung meletus), juga sejahtera dengan perbaiki prediksi mengangkat tambang. Kalender SALAM ini akan banyak gunanya, karena sepertinya semua perubahan parameter alam, di kontrol oleh satu fungsi itu. Bukankah kita sudah berhasil memperediksi waktu-waktu gerhana matahari atau bulan untuk semuanya di seribu tahun kedepan dengan kesalahan

dalam menit saja ? Begitulah harapan tahun-tahun prediksi gempa berikut.

Fungsi itu misalnya untuk memperbaiki prediksi, deduksi, mengetahui parameter global berikut:

[1] Memperbaiki siklus sekwen stratigrafi, mendifiniskan nama-nama sekwen secara digit, order 0, 1, 2, 3, 4, dst, sebagai siklus pereode sinusoidal berturut-turut: 7 Ga, 700 Ma, 70 Ma, 7 Ma, 70 Ka, dst. Nama dan umur sekwen menjadi berturut-turut, MU0-MU9, M1-M9, M00-M99, M000-M999, M000.0-M999.9, dst. M singkatan Masa untuk waktunya, atau “Maryanto” untuk nama formasinya.

[2] Memperbaiki siklus tektonik versus waktu, kompresi sewaktu pergerakan SALAM membesar versus waktunya, dan divergensi sewaktu pergerakan SALAM mengecil. Pada setiap pereode kompresi-ekstensi, terdapat 10 parasequence phase tectonik.

[3] Memperbaiki prediksi bentuk struktur lapisan, dengan gelombang lateral ARIF, menamakan tingkat-tingkat (order) sesar dari tingkat atom, molekul, lalu membesar ke subsubbasin, subbasin, basin, bumi, tatasurya, galaksi, hingga jagadraya, memperbaiki prediksi adanya sesar-sesar pada daerah dengan sedikit data.

[4] Menentukan lokasi antiklin berikutnya (tempat di mana minyak mungkin terperangkap) di sekitar antiklin-antiklin yang sudah di ketahui lokasinya. Juga memperbaiki prediksi penentuan lokasi- lokasi subbasin tempat batuan induk hidrokarbon berada), guna mencari lokasi subbasin yang juga ada minyaknya di sekitar cekungan yang banyak minyak.

[5] Mengetahui secara vertikal ukuran batuan lapisan, mengecil atau membesar, guna mengetahui di mana daerah sedimen berporositas besar (sebagi reservoar), atau porositas kecil (sebagi tudung reservoar, atau batuan induk minyak).

[6] Memperbaiki prediksi lokasi- lokasi tambang (emas, perak, tembaga, dll).

[7] Memperbaiki prediksi waktu kapan suatu lokasi (kota pantai) akan tenggelam oleh perubahan muka laut.

[8] Perbaiki prediksi waktu dan tempat gempa (earthquake, tsunami, gempa gunung), untuk meminimasi dampak.

[9] Perbaiki prediksi global warming, kapan dan seberapa tinggi temperatur global.

[10] Perbaiki prediksi kapan banjir, kapan waktu kekeringan (dari data siklus curah hujan).

[11] Memperbaiki prediksi paleontologi, evolosi biota dari ikan ke mamalia, ke prosimian, evolusi homosapien.

[12] Prediksi sejarah kebudayaan, dan tingkat ekonomi misal bunga bank, banyak kepegawaian, kapan kejatuhan tingkat ekonomi global, dll.

[13] Perubahan parameter fisis bumi di tandai dengan adanya katastropi, misal perang dunia I, malaise 1930, perang dunia II, 1965 komunis – liberalis, Perang Timur- Tengah, juga terakhir malaise 2000. Perubahan terus terjadi, dan perang akan hanya merugikan diri sendiri. Maka hanya berbuat baiklah yang menguntungkan diri sendiri. Kedepan adalah masa sejahtera karena tahu hal itu.

___________ -:- ___________

Referensi:

Maryanto. Versi singkat – 18 Desember 2005. Teori SALAM dan Pakem Evolusi Jagadraya Menuju Dunia Sejahtera. “Mekah sebagai Pusat Superkontinen (Pangea) sepanjang masa 7 giga annum umur tatasurya”. Pengetahuan Alam – 1.

Catatan:

> Paper di atas juga pernah di muat SMA Muhammadiyah 3 (SMA Muga), Yogyakarta. Januari 2006.

> Referensi u/ teori SALAM: 1>> Maryanto, 2003, SALAM Hypothesis, JCC HAGI (HIMPUNAN AHLI GEOFISIKA INDONESIA) – IAGI (IKATAN AHLI GEOLOGI INDONESIA), Jakarta, Desember 2003, poster. Awarded the Best Poster. & 2>> Maryanto, 2004, SALAM Theory: the longest calendar matches to many global/universal cycles including the global tectonic/ stratigraphy evolution for wealth, 29th HAGI Annual Meeting, Yogyakarta, 5-7 October 2004.

_________________________ the end.

Kawan2 dipersilahkan berkomentar !!! J

“… Komentar boleh apa adanya ajah (no SARA & no SPAM). Namun, mohon maaf, sementara secara pribadi sy belum dapat menanggapi komentar dari kawan2 karena keterbatasan kapasitas penguasaan materi keilmuan sy saat ini, gpp ya!! Mudah2an postingan berikut kiranya adil & bermanfaat J hehe..‘Salam Penasaran’ ajah, Asyafe …”

Up to date, Situs THEORY SALAM : http://salamology.wordpress.com

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Gunung merupakan suatu daerah yang mempunyai perbedaan tinggi yang kontras dengan daerah disekitarnya. Sebuah gunung dapat didefinisikan apabila memiliki puncak lebih dari 610m *Mmm…dari atas permukaan laut ato dari dasar laut ya!!!?*. Nah, bila terdapat suatu jalur busur yang memanjang antara puncak yang satu dengan puncak lainnya yang saling berhubungan maka fenomena itu dikenal sebagai pegunungan. Sekarang mari kita sedikit menelaah bagaimana geofisikanya pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatera, Indonesia!!!.

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia, yaitu: lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yangmana kepulauan di nusantara tersebut akan terus bergerak rata2 3-6cm *bahkan 12cm* per tahunnya, yang saling berrtumbukan/berinteraksi.

Pulau sumatera sendiri berada pada zona wilayah tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Gambar disamping berikut adalah visualisasi kronologis dari pulau Sumatera (Isya N Dana, pakar Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi).

Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (di Nangroe Aceh Darusalam) sampai ujung selatan (di Lampung) pulau Sumatra. Proses pembentukan pegunungan ini berlangsung menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45 – 450 juta tahun yang lalu. Teori pergerakan lempeng tektonik menjelaskan bagaimana pegunungan ini terbentuk.

Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer padat yang terapung di atas mantel yang bergerak satu sama lainnya. Terdapat tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila: 1] Kedua lempeng saling menjauhi (spreading) ; 2] Saling mendekati (collision) ; 3] Saling geser (transform).

Tumbukan lempeng tektonik antara indian-australian plate dengan eurasian plate terus bergerak secara lambat laun. Saat kedua lempeng bertumbukan *saling mendekati*, bagian dari indian-australian plate berupa kerak samudera yang memiliki densitas yang lebih besar *tentu lebih berat* tersubduksi tenggelam jauh ke dalam mantel dibandingkan dengan kerak benua pada eurasian plate *di posisi pulau sumatera*. Zona gesekan akibat gaya tekan dari tumbukan tersebut menjadi begitu panas sehingga akan mencairkan batuan disekitarnya (peleburan parsial). Kemudian batuan cair tersebut *magma* naik lewat/menerobos/mendesak kerak dan berusaha keluar pada permukaan dari lempeng di atasnya. Alhasil terbentuklah busur pegunungan bukit barisan di bagian tepi eurasian plate, di pulau Sumatera, Indonesia J. *Nah kawan2..akhirnya pada bagian ini kita dapat melihat salah satu manifestasinya berupa puncak tertinggi pada gunungapi Kerinci, 3.805mdpl, di Jambi*.

Bumi/Earth terdiri atas 3bagian utama, yakni: litosfer (kerak bumi yang terdiri atas lempeng samudera & lempeng benua, bertemperatur antara 30-50 derajat Celcius), mantel (dikenal sebagai astenosfer, berupa pasta panas) & inti bumi (solid core & liquid core, bertemperatur mencapai ribuan derajat Celcius). Sederhananya adalah bahwa temperatur bumi semakin ke dalam relatif semakin panas. Pergerakan lempeng tektonik muncul akibat dipicu oleh panas pada inti bumi. Sehingga secara ilmiah/alamiah akan terjadi pergerakan materi panas ke dingin atau “arus konveksi” yang mengakibatkan litosfer dibagian atas juga ikut bergerak (baik spreading, collision, atau transform).

Nah, secara fisis sekarang coba kita telaah sebuah analogi peristiwa arus konveksi saat kita memasak air di kost_an *ciyee, mandiri nie*:

Air yang paling dekat pada sumber panas tentu akan paling dulu memuai. Masa jenisnya ato densitasnya kemudian menurun. Akibatnya, kolom air tersebut terangkat naik ke permukaan. Sebaliknya, air di sebelah atasnya bergerak ke arah bawah. Demikian seterusnya, air di bawah naik karena memuai dan air diatasnya turun mengisi tempat yang ditinggalkan. Sehingga terjadi aliran ‘konveksi’ air di dalam panci. Nah, kalo kita taruh selembar kertas diatas permukaan air pada sistem tersebut, kita dapat melihat salah satu sisi arah pergerakannya”. Konveksi terjadi dengan medium yang bergerak sambil membawa panas.

Teori mengenai gaya konveksi inti bumi dilontarkan oleh Arthur Holmes (Scottish geologist, 1929) yang mampu menerangkan mekanisme gerakan lempeng tektonik dari Alfred Wegener (German meteorologist and geophysicist, 1912).

(Referensi: Disarikan dari berbagai sumber)

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Fisika petir bukanlah jenis prodi yg terdapat perguruan tinggi manapun *belum pernah terdengar sampai detik ini*. Istilah ‘Fisika PETIR’ penulis coba uraikan atas ensiklopedi apa saja (dari hasil ‘temuan’) yg berhubungan dengan keilmuan fisika. Keilmuan fisika dapat memandang fenomena petir sebagai interaksi energi sebuah sistem??. Jikalau petir merupakan salah satu fenomena alamiah dari keilmuan fisika yang terjadi di bumi??
dfdf
dfdf
dfdf
dfdf
dfdf
dfdf
dfdf
dfdf
Berikut ini temuan2nya:

1] Petir atau thunderbolt adalah salah satu fenomena kelistrikan udara (ligthning) di alam, biasanya disertai dengan kilat (cahaya sesaat yang menyilaukan) & guruh (suara menggelegar).

2] Kilat merupakan pelepasan muatan listrik yang tiba-tiba dibarengi dengan pemancaran cahaya tampak dan bentuk radiasi elektromagnetik lainnya.

3] Guruh/geledek merupakan gelombang kejut suara/bunyi yang dihasilkan akibat terjadinya pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat ketika dilewati oleh sambaran petir dimana sambaran tersebut menyebabkan udara berubah menjadi plasma dan langsung meledak, menimbulkan suara yang bergemuruh.

4] Petir dapat dianalogikan dengan sebuah kapasitor raksasa (energy storage component), di mana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral).

5] Awan ada bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, yang diakibatkan oleh pergerakannya selama berinteraksi dengan dengan awan lainnya. Sehingga pengumpulan muatan negatif pada salah satu sisi awan bila dibandingkan dengan bumi akan menciptakan perbedaan potensial yg cukup besar (melebihi beberapa juta volt).

6] Petir dapat pula terjadi antar awan yang berbeda muatan.

7] Media yang dilalui elektron saat membuang muatan listrik negatif (elektron, -1.6 × 10 pangkat minus 19 coulomb) dari awan ke bumi ialah udara.

8] Ledakan suara terjadi pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara.

9] Energi yang dihasilkan oleh satu sambaran petir mencapai 55 kwhours.

10] Guruh biasanya terdengar beberapa saat setelah kilat terlihat, akibat cahaya merambat lebih cepat (299.338 km/detik) bila dibandingkan suara (1.126 km/jam), bervariasi tergantung temperatur, kelembapan dan tekanan udara.

11] Temperatur pada jalur di mana petir terbentuk dapat mencapai 10.000 derajat Celcius (1/70 temperatur permukaan matahari).

12] Sebuah sambaran kilat berukuran rata-rata mengandung kekuatan listrik sebesar 20.000 ampere.

13] Kilat bergerak dengan kecepatan 150.000 km/detik.

14] etc…

Nah, sebentar kita coba telaah kembali bagaimana sih fisikanya batu baterai itu?. Perbedaan potensial antara kedua kutub menghasilkan arus searah *untuk sebuah rangkaian tertutup* yang mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Perlu untuk diingat bahwa pengertian arus dalam listrik adalah muatan positif yang bergerak. Namun sebenarnya yang bergerak adalah elektron (muatan negatif). Maka, sederhananya arus listrik merupakan aliran elektron. Walah…kelistrikan pada fenomena petir apakah seperti ini???!!!

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

“Ture, lu jangan coba bermain2 dengan yang namanya petir ya!?!, kecuali kalo lu mau meneliti, hee…”. “Ngapain coba Ven!?! bisa2 hangus terbakar. Petir dapat merobohkan sebuah batang pohon besar & juga dapat merobohkan/meretakkan sebuah bangunan”.“Oia, saat petir menyambar, katanya hati2 juga terhadap bahaya radiasi, konduksi atau induksi gelombang elektromagnetnya, benar begitu??”. “Exactly bro…waspadalah kawan!!”. “Oh..dinda, karna dirimu hati ini terasa seperti disambar petir di siang bolong…”. “Wuuuw, pelototin aja terus itu poto, dassarrr lu…”

Referensi: Wikipedia, Harun Yahya, Badan Meteorologi-Geofisika, dll.

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Istilah hidrokarbon sering kita jumpai antara lain pada saat ‘mengutak-atik’ pembahasan tentang migas. Definisi hidrokarbon, dapat kita cerna dari statement berikut ini:

“Minyak bumi merupakan campuran rumit dari ratusan rantai hidrokarbon, yang umumnya tersusun atas 85% karbon (C) dan 15% hidrogen (H), serta bahan organik dalam jumlah kecuil dan mengandung oksigen (O), Sulfur (S) atau Nitrogen (N)”.

Okay..sekian intermezo_nya -) .

Dari beberapa referensi, 3 faktor utama dalam pembentukan hidrokarbon (minyak-gasbumi) – dalam konteks petroleum system – adalah:

>> Ada bebatuan sumber (Source Rock) yang secara geologis memungkinkan terjadinya pembentukan minyak dan gas bumi.

>> Ada perpindahan (migrasi) hidrokarbon dari bebatuan asal menuju ke “bebatuan reservoir “ (reservoir rock), umumnya sandstone atau limestone yang berpori-pori dan ukurannya cukup untuk menampung hidrokarbon tersebut.

>> Ada jebakan geologis. Struktur geologis kulit bumi yang tidak teratur bentuknya, akibat pergerakan dari bumi sendiri (misalnya gempa bumi dan erupsi gunung api) dan erosi oleh air dan angin secara terus-menerus, dapat menciptakan suatu “ruangan” bawah tanah yang menjadi jebakan hidrokarbon. Kalau jebakan ini dilingkupi oleh lapisan yang impermiable, maka hidrokarbon tadi akan diam di tempat dan tidak bisa bergerak kemana-mana lagi atau merembes keluar. Lapisan impermeable tersebut biasa disebut sebagai batuan penutup (Seals/Caps Rock).

Analisis keadaan geologi lainnya, adanya batuan reservoir, merupakan tempat hidrokarbon terakumulasi. Batuan tersebut memiliki syarat utama, yakni: permeabelitas yang baik dan porositas yang tinggi. Temperatur bawah tanah, yang semakin dalam semakin tinggi, juga merupakan faktor penting lainnya dalam pembentukan hidrokarbon. Hidrokarbon kebanyakan ditemukan pada suhu moderat (dari 107° C ke 177° C). (Referensi : Buku Pintar MIGAS INDONESIA, dll)

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Just: A SYAFRAN EKASAPTA

Progress

yang nge_lirik

website stats

Bila anda tidak menemukan apa yg hendak dicari, manfaatkan menu SEARCH berikut, dengan keyword yg tepat.

RSS kompas >> Sains

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

catatan hari ini…!

" ........... tetap 'fokus' pada impian-impian & evaluasi diri!!!! ..............."
Support Palestine

RSS physicist-job

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS info beasiswa – s1 s2 s3

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

sejenak listen to the music