Display rekaman sinyal seismik di atas ialah visualisasi gather FFID (28 channel-TWT 2600 ms) pada dataset yang telah di-demultiplexing dalam proses input data. Gather (yang mengandung signal & noise) di atas, kontras menampilkan efek hiperbolik. Efek hiperbolik ini diakibatkan oleh pengaruh jarak antara source dengan beberapa detektor/hydrophone (yang merekam sinyal seismik pada saat yang bersamaan) dalam satu geometri penembakan. Sebagaimana dikemukakan oleh Awali Priyono (2005) bahwa “Karena semakin jauh jarak offset suatu receiver maka semakin besar waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari shotpoint untuk sampai ke receiver, sehingga efek yang ditimbulkan dari peristiwa ini ialah reflektor yang terekam seolah-olah berbentuk hiperbolik”.

 

Besarnya amplitudo yang terekam oleh receiver berbanding lurus dengan energi gelombang seismik yang diterima oleh receiver tersebut. Energi gelombang mengalami pelemahan (atenuasi) selama penjalarannya didalam medium bawah permukaan.