FLOW migrasi seismic processing asyafeDalam metode seismik refleksi sumber gelombang buatan yang dikirimkan menembus tiap lapisan bumi akan dipantulkan kembali berdasarkan reflektifitas batas lapisan. Sinyal hasil pantulan dari satu titik reflektor direkam oleh sekelompok receiver yang berbeda dikenal dengan istilah CDP (common depth point). Kumpulan CDP data seismik atau CDP gather yang berjumlah ratusan bahkan ribuan – tergantung sistem survei lintasan – kemudian diolah sedemikian rupa menggunakan aplikasi teknologi komputasi untuk mendapatkan sebuah penampang seismik vertikal 2D. Permasalahannya ialah selama gelombang seismik menjalar dari posisi sumber (shot point) menuju detektor (receiver) di atas permukaan bumi, pada kenyataannya titik refleksi sinyal respon seismik mengalami pergeseran terhadap posisi tempat (kedalaman) yang sebenarnya akibat suatu reflektor non-horizontal. Maka dari itu diperlukan proses selanjutnya untuk memindahkan data seismik tersebut ke posisi yang benar secara horisontal maupun vertikal, yang dinamakan dengan proses migrasi. Hasil migrasi diharapkan dapat membuat reflektifitas penampang seismik lapisan bawah permukaan menjadi lebih representatif, sehingga tahap interpretation selanjutnya pada penampang seismik termigrasi akan semakin optimum, khususnya mengenai penentuan prospek sumber daya alam di bawah permukaan daerah target.

Migrasi bertujuan untuk membuat penampang seismik mirip dengan kondisi geologi yang sebenarnya berdasarkan reflektifitas lapisan bumi. Reflektifitas suatu bidang refleksi yang semula ‘tidak menyambung dan selaras’ satu sama lain serta dipenuhi oleh efek difraksi bowtie, setelah dimigrasi menjadi lebih jelas dan teratur. Perbedaan amplitudo yang terlihat antara lapisan yang diatas dengan lapisan dibawahnya, yang diakibatkan oleh perubahan kontras densitas batuan di bidang batas antar lapisan, setelah dimigrasi juga menunjukkan reflektifitas yang lebih baik. Secara umum amplitudo refleksi pada bidang-bidang reflektor didalam penampang termigrasi relatif lebih jelas terlihat dibandingkan sebelum dimigrasi. Dengan kata lain, kontinuitas amplitudo refleksi pada fasies seismik yang ditampilkan pada migrated section semakin optimal.
Seismic data processing (pengolahan data seismik) berbasis aplikasi teknologi komputasi & merupakan tahapan yang sangat berpengaruh. Pada bagian ini terdapat beberapa metoda migrasi yg diterapkan, diantaranya ialah F-K (frekuensi-bilangan gelombang), finite-difference (beda-hinga), & metoda kirchoff. Pengerjaan teknik migrasi yg tepat pada signal data menghasilkan penampang seismik yg tepat pula, yg merepresentasikan struktur lapisan bawah permukaan bumi. (thanks to IKGA)

Baca juga: