MARINE seismic

1] Seismic source biasanya pake airgun dkk.

2] Seismic receiver biasanya hydrophone.

3] Spread (jaringan survey) beruoa divais streamer, umumnya ditarik kapal (kecuali kalau pake OBC, tetapi biasanya OBC cuma untuk daerah khusus).

4] Untuk spread survey 3D didesain sedemikian rupa agar kapal b”gerak menyisir seluruh area survey *bisa sekali jalan dlm waktu relatif singkat*.

5] Kru/orang yang terlibat saat akuisisi relatif lebih sedikit.

6] Dominasi jenis noise pd data seismik ialah Water bottom multiple (setannya data laut).

7] Kompensasi/koreksi statik pd data laut (kepusingan besar data darat !!) umumnya tidak ada. Namun dibeberapa kasus static corection lazim digunakan ketika: Pasang-surut (tide) didaerah tersebut suaangat besar (ex: operasi seismik di west Afrika) ; Topographi muka laut ga selalu datar2, adanya graben yg cukup luas, contohnya untuk daerah North Sea (diatas 60º LU), Barent Sea ; Topographi di dasar laut saat operasi seismic OBC ; Cacat sea bottom (ada lapisan lumpur atau karang yang sangat berbeda kecepatannya dengan tetangganya, sehingga akan mengganggu perjalanan gelombang).

8] Recording unit langsung ke Labo (perekam utama).

9] Etc…

LAND seismic

1’] Seismic source biasanya dynamit dkk.

2’] Seismic receiver biasanya geophone dkk.

3’] Spreadnya umumnya menetap/ditanam oleh kru (dipindah-pindah sesuai kepentingan).

4’] Untuk spread survey 3D digelar & ditembak per area (modelnya macam2, tergantung kebutuhan).

5’] Kru yang terlibat saat akuisisi relatif lebih banyak. 4 ex: kalau dilaut krunya cukup 100orang saja, kalau didarat jumlah krunya bisa 1000orang.

6’] Dominasi jenis noise pd data seismik ialah Ground-roll (noise frekuensi rendah tetapi kuat. Namun bisa dipotong memakai formasi akusisi darat sebagian).

7’] Kompensasi/koreksi statik ada pd data darat. Kompensasi untuk source adalah lubang dinamit tidak sama dalamnya. Sedang kompensasi untuk receiver adalah topografi non horizontal permukaan selama survey dikerjakan dan wheathering zone yg bahkan berlapis2 sehingga susah pula memodelkannya.

8’] Recording unit memakai SN408UL (station unit darat).

9’] Etc…

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Jadi gitu Ven..!, yang jelas survey seismik itu adalah survey yang sangat ‘muaahal’…yaa mungkin value-nya sekitar 1000dollar per meternya. Namun survey didarat biasanya lebih lama daripada dilaut”. Heee…tape de!. Nah, untuk transition zone? Hayo gimana Bro!!?”. Yaa..gitu de, ribetnya pasti saat men-deploy spread dirawa2 (receivernya diganti pake hydrophone lah!!), pindah ke tanah keras, pindah ke sungai dll. Belum lagi ketika team pindah ke Foothill zone, nyang nge-gelar spread harus jago manjat tebing, kaya gue, halah…promosi nih si gue, hehe”. Truss, koreksi statik teh naon atuh..??!?”. ”Koreksi statik dimaksudkan untuk menghilangkan efek ketinggian (topographi), tebal dan variasi wheatering zone (lapisan lapuk) dekat permukaan”.Truss, OBC??!?”. “OBC?!!!, hehehehe… teangan we olaangan!!”. “Gubbrakk…@^%$#*$*&?X?!%…”

Referensi: Noor Yuriza & Paul Kristianto, pada diskusi mailing list migas Indonesia-oktober 2003

Baca juga: Celotehan: All about seismic

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*