Merambah indah pesona-Mu. Langkahi tilas tapak kemarin lalu. Pijak terukir mengalir. Keringat balur bercucur. Tak lelah henti bersimbah. Jatuh basahi rumput kering. Sambil keteguk air cinta. Senangnya… . Lalu remang kuterobos, juga gelap kunanti. Hingga terhalang dingin canda angin.

Disisi mungilnya perapian. Yang berteman liar semak belukar.

SUARA ITU LAGI..!, Merintik sepi, sunyi, hilang di kegelapan. Tak bosan mengiringi si Petualang. Sampai ia terdiam bisu. Oleh gagahnya surya…berharap dan menanti.

Ketika itu, di pangkal pintu angin. Ia terbawa awan. Dan kabarkan ke tiap pelosok bumi. Bravo rimbaku..tetap lestari dirimu. (T-041/KHAUF)