You are currently browsing the category archive for the ‘All about seismic’ category.

Seismic Waves

Wave Type (and names) Particle Motion Typical Velocity Other Characteristics
 

P,      Compressional, Primary, Longitudinal

 

Alternating compressions (“pushes”) and dilations (“pulls”) which are directed in the same direction as the wave is propagating (along the ray path); and therefore, perpendicular to the wavefront.

 

 

VP ~ 5 – 7 km/s in typical Earth’s crust; >~ 8 km/s in Earth’s mantle and core; ~1.5 km/s in water; ~0.3 km/s in air.

 

P motion travels fastest in materials, so the P-wave is the first-arriving energy on a seismogram.  Generally smaller and higher frequency than the S and Surface-waves.  P waves in a liquid or gas are pressure waves, including sound waves.

S,                   Shear, Secondary, Transverse Alternating transverse motions (perpendicular to the direction of propagation, and the ray path); commonly approximately polarized such that particle motion is in vertical or horizontal planes.

 

VS~ 3 – 4 km/s in typical Earth’s crust;>~ 4.5 km/s in Earth’s mantle;~ 2.5-3.0 km/s in (solid) inner core. S-waves do not travel through fluids, so do not exist in Earth’s outer core (inferred to be primarily liquid iron) or in air or water or molten rock (magma).  S waves travel slower than P waves in a solid and, therefore, arrive after the P wave.
L,                  Love, Surface waves, Long waves Transverse horizontal motion, perpendicular to the direction of propagation and generally parallel to the Earth’s surface. VL ~ 2.0 – 4.4 km/s in the Earth depending on frequency of the propagating wave, and therefore the depth of penetration of the waves.  In general, the Love waves travel slightly faster than the Rayleigh waves. Love waves exist because of the Earth’s surface.  They are largest at the surface and decrease in amplitude with depth.  Love waves are dispersive, that is, the wave velocity is dependent on frequency, generally with low frequencies propagating at higher velocity.  Depth of penetration of the Love waves is also dependent on frequency, with lower frequencies penetrating to greater depth.

 

R,            Rayleigh, Surface waves, Long waves, Ground roll Motion is both in the direction of propagation and perpendicular (in a vertical plane), and  “phased” so that the motion is generally elliptical – either prograde or retrograde. VR ~ 2.0 – 4.2 km/s in the Earth depending on frequency of the propagating wave, and therefore the depth of penetration of the waves. Rayleigh waves are also dispersive and the amplitudes generally decrease with depth in the Earth.  Appearance and particle motion are similar to water waves.  Depth of penetration of the Rayleigh waves is also dependent on frequency, with lower frequencies penetrating to greater depth.
usgs courtesy

usgs courtesy

Sebuah seismograf, atau Seismometer, adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi dan merekam gempa bumi. Umumnya, terdiri dari massa yang melekat pada dasar yang tetap. Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain. Rekaman ini berbanding lurus dengan gerakan massa Seismometer relatif terhadap bumi, tetapi bisa dikonversikan secara matematis kedalam rekaman dari pergerakan mutlak tanah/bumi. Seismograf umumnya merupakan sebuah seismometer dengan alat perekamnya sebagai satu unit alat. Baca entri selengkapnya »

Intermezzo..

interprSeisKarbonat

Penampang seismik baratdaya-timurlaut sepanjang batas paparan di timurlaut Teluk Meksiko, barat Florida, menunjukkan suatu shelf platform karbonat. Ujung dari batas paparan tersebut lebih curam dari 450 sehingga nampak sebagai sekumpulan difraksi (1) yang mengganggu reflektor-reflektor utama. Dua sekuens (2,3) di bagian atas penampang menipis pada batas platform. Endapan pada dasar slope (4) mengandung klastik halus dalam jumlah banyak yang ditranspor secara lateral sepanjang dasar escarpment dari baratlaut. Endapan di bawah sekuens (2) berumur Cretaceous Menengah.

What’s ‘the story’ of picture representating? :P


Seismic Sequence – Analysis

Analisis sekuen seismik didasarkan pada indentifikasi urut-urutan stratigrafi sesuai dengan konsep sekuen pengendapan (depositional sequence), yaitu: sebuah unit stratigrafi yg terdiri dari urut-urutan lapisan yg sesuai secara genetic dan dibatasi oleh ketidakselarasan atau keselarasan yg korelatip di bagian atas (top) dan bawahnya. Ketidakselarasan secara stratigrafi sangat penting karena pada umumnya lapisan diatas ketidakselarasan lebih muda umurnya dari pada dibawahnya. JanVanDerKruk_sequenceofacoast_courtesy

Aim
• Identification of sequences in seismic
• Determine the sequence of the sedimentation
• Analyse sealevel fluctuations.

Sequences are on the upper- or/and lower part terminated by “unconformities” or concordancen. The figure below shows the most important types:

JanVanDerKruk_boundary_courtesy

When different sequences can be identified in a seismic section, one can construct the time sequence of the sediment (Chronostratigraphy). One can then draw conclusions about the interpretations for different phases of relative rise or fall of the sealevel (Transgression and Regression).

Seismic Facies – Analysis

Analisis fasies seismik dilakukan dalam usaha pendeskripsian dan interpretasi geologi berdasarkan parameter2 refleksi seismic yg meliputi Baca entri selengkapnya »

Kecepatan = Perpindahan/Waktu. Kecepatan dinyatakan dengan jarak yang ditempuh per satuan waktu. Didalam applied physics, misalnya seismic processing (reflection), harga kecepatan digunakan sebagai masukan/input proses pencitraan penampang bawah permukaan bumi. Harga yg kita ambil (picking) haruslah tepat, biar nanti penampangnya representative, jangan overcorrected ato undercorrected, Ok!. Kita ketahui bahwa gelombang seismik menjalar dengan kecepatan tertentu pada medium bumi yg dilaluinya. :D

velanasyafesemblance

Analisis kecepatan (velocity analysis) merupakan proses pemilihan kecepatan gelombang seismik yang sesuai. Terdapat beberapa definisi kecepatan yang sering digunakan dalam analisis kecepatan antara lain:

velvel

  • Kecepatan interval V_int, yaitu laju rata-rata antara dua titik yang diukur tegak lurus terhadap kecepatan lapisan yang dianggap sejajar, yaitu (vel.1). dengan Δt adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan penjalaran sejauh Δz.
  • Kecepatan rata-rata, yaitu kecepatan interval sepanjang suatu section geologi ketika puncak dari interval adalah datum referensi untuk pengukuran seismik, yaitu (vel.2).
  • Kecepatan RMS (root mean square) V_RMS, yaitu kecepatan total dari sistem perlapisan horizontal dalam bentuk akar kuadrat. Apabila waktu rambat vertikal Δt1, Δt2, …, Δtn dan kecepatan masing-masing lapisan atau kecepatan yang menjalar pada lapisan yang homogen yang terletak diantara dua bidang batas lapisan adalah Vint 1, Vint 2, …, Vint n, maka kecepatan RMS-nya untuk n lapisan adalah akar kuadrat rata-rata (root mean square) dari kecepatan interval, yaitu (vel.3). Kecepatan RMS selalu lebih besar daripada kecepatan rata-rata kecuali untuk kasus satu lapisan.
  • Kecepatan NMO (normal move out) V_NMO, yaitu kecepatan yang diperlukan untuk melakukan proses NMO, yaitu (vel.4)

velEquationhprblkPrinsip dari analisis kecepatan adalah mencari persamaan hiperbola yang sesuai dengan sinyal yang dihasilkan (Ingat! Waktu tempuh yg terekam adalah dua kali waktu tempuh gelombang, two way time ato TWT). Hal ini disebabkan karena semakin jauh jarak (offset) suatu receiver maka semakin besar waktu yang diperlukan gelombang untuk merambat dari source untuk sampai ke receiver. Efek yang hprblikrfltrvelditimbulkan dari peristiwa ini adalah reflektor yang terekam berbentuk hiperbolik. Estimasi kecepatan didapat dari pengukuran waktu rambat versus offset (dalam format CDP – common depth point) dengan pendekatan kecocokan kurva hiperbola terbaik (best fit approach).

Terdapat beberapa metoda dalam analisis kecepatan yaitu metode grafik, metode constant velocity stack dan Baca entri selengkapnya »

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

PT. GEOWAVE TECHNOLOGY

Bidang geologi

Biostratigraphy <> Core description <> Petrography and DEP (Digital Enhanced Petrography) <> Sequence stratigraphy <> Geochemistry and Petroleum System <> Image analysis: fracture analysis, structure and sedimentology <> Fault seal analysis <> Well stability analysis <> Petrophysical Analysis <> Geomodeling

studiggr_geowave

Bidang geofisika dan seismik

Acquisition design and monitoring <> Processing 2D and 3D: land/marine/transition zone Baca entri selengkapnya »

SeiSeedmng-courtesy

SeiSee (former SeisView) program shows seismic data in SEG-Y format on screen of your personal computer (Windows-2000, XP, Linux+Wine).

 

Features:

 

•supports standard integer (2,4 bytes) and IBM float (4 bytes) sample formats.. •nonstandard integer(1 byte), float IEEE (4 bytes) sample formats..•CGG Geovecteur disk SEG-Y format (.dat).. •shows seismic in various modes (wiggle, variable area, variable density, color).. •scaling seismic image, gain control, axes labeling setup.. •plots seismic to printer (plotter)..• exports the image in Windows Bitmap (.bmp) and PostScript formats.. •SEG-Y trace headers display (formats Integer*1,*2,*4, IEEE Float*4,*8, IBM Float*4 are supported).. •trace searching by header item value.. •data samples browsing.. •text header and binary editor.. •band pass filter.. •automatic gain control (AGC).. •headers consistency check.. •write whole SEG-Y file or part of it to disk in SEG-Y (IBM-32) format with ability to select data on base of trace index or trace header value and given time interval; reversal trace order is also supported, processing parameters can be applied to recorded data (filter, AGC etc).. •export trace(s) sample and header values to text file..•import trace headers values from text file.. •trace shift according with “Delay Recording Time” trace header value.. •selection of traces to be displayed by trace index or header value and by expression .. •trace headers change by means expressions.. •single trace header value editing.. •open and fix files containing wrong data in binary header (Recovery Mode).. •fast disc directory browsing..

 

Free download: http://www.dmng.ru/seisview/


kogeo seismic toolkit

A free and open toolkit for 2d/3d seismic data analysis

 

Features:

 

Data import/export:Import/export/transform 2d/3d SEG-Y, SU or even bitmap data (images) in various sub-formats. <> Data editing (processing): Organize data in projects, to have them easily accessible for editing and interpretation. <> Project databases, interpretation: View your data in 3d or use kogeo’s volume rendering capability to look through your 3d datasets. <> Navigation tools: import/export/transform (project, un-project, re-project) navigation data in trace headers or files. <> 3d-visualization: Data editing is possible in many ways using kogeo, from simple filters to multi-trace or neural network attributes.

kogeo-courtesy

Free download: http://www.kogeo.de/index-Dateien/kogeo_download.htm

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Secara sederhana, gelombang didefinisikan sebagai getaran atau gangguan yang merambat dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Bunyi termasuk gelombang. Gelombang bunyi timbul akibat bergetarnya suatu benda, yang kemudian getarannya merambat dalam medium dari suatu lokasi menuju lokasi lainnya. Partikel medium tempat bunyi merambat akan memindahkan energi getar dengan arah sejajar ato paralel dengan arah rambat gelombang (gel.longitudinal).

formula2-dasar-gel-bunyi

Keterangan:

Lamda = panjang gelombang
Omega = kecepatan sudut
k = konstanta
P = daya
R
1 = jarak 1
R
2 = jarak 2
W = berat
F = gaya pegas
x = perubahan panjang pegasjonfclaerbouts-courtesy
y = simpangan
Ep = energi potensial
E mek = energi mekanik
Ek = energi kinetik
A = amplitudo
t = waktu
m = massa
T = periode
l = panjang
f = frekuensi
Lo = panjang mula-mula
delta L = perubahan panjang
n = nada dasar ke..
Vp = kecepatan pendengar
Vs = kecepatan sumber bunyi
TI = taraf intensitas

Reference: disarikan dari berbagai sumber :P

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*


t1p3-m16r451

subhanallah2Gelombang seismik adalah strain dinamik atau strain elastik yang berubah terhadap waktu yang merambat melalui material elastik seperti batuan sebagai tanggapan terhadap suatu gangguan dinamik. Gelombang seismik atau gelombang elastik terdiri atas dua jenis, yaitu gelombang tubuh (body wave) dan gelombang permukaan (surface wave).

Metode seismik memanfaatkan penjalaran gelombang seismik ke dalam bumi. Yang menjadi objek perhatian utama pada rekaman gelombang seismik dalam metode ini ialah body wave. Gelombang ini merupakan gelombang yang energinya ditransfer melalui medium di dalam bumi. Sedangkan pada surface wave transfer energinya pada permukaan bebas, tidak terjadi penetrasi ke dalam medium bumi dan hanya merambat di permukaan bumi saja.

Body wave dibagi menjadi dua macam, yaitu:

P-wave atau gelombang-P/gelombang primer. Gelombang ini adalah gelombang longitudinal dimana arah pergerakan partikel akan searah dengan arah rambat gelombang.

S-wave atau gelombang-S/gelombang sekunder. Gelombang ini adalah gelombang transversal dimana arah pergerakan partikel akan tegak lurus dengan arah rambat gelombang.

Kecepatan gelombang-P lebih besar daripada gelombang-S (jika merambat dalam medium yang sama). Gelombang-P merupakan gelombang yang pertama kali sampai dan terdeteksi oleh receiver (hydrophone atau geophone). Sedangkan gelombang-S kadang tidak terdeteksi oleh receiver untuk jarak yang dekat dengan sumber.

Pertanyaannya adalah:

“Bagaimana penurunan persamaan kecepatan gelombang-P & gelombang-S ??”

Highly recomended sebelumnya untuk membaca postingan Teori Seismik (Elastisitas Medium)?)

Siap untuk lanjut?? Oke silahkan!!

penurunan-formula2

Penurunan persamaan diawali dengan tinjauan terhadap sebuah benda (medium) homogen berbentuk kubus yang dikenakan oleh sebuah gaya tertentu. Tekanan yang mengenai benda tersebut jika ditinjau pada salah satu permukaannya mempunyai komponen-komponen sebagaiberikut: (b.1).

Komponen2 tekanan di atas disebut gaya tiap unit volume benda pada bidang x yang berarah pada sumbu x, y, z. Untuk permukaan bidang lainnya, hubungan variabel gaya tiap satuan volumenya analog dengan bidang x. Total gaya pada sumbu x yang terjadi pada benda kubus adalah: (b.2)

Sedangkan menurut Newton, gaya adalah perkalian antara massa dan percepatannya, F = ma. Bila dikaitkan dengan densitas benda ρ= mv, maka: (b.3)

Dengan menggunakan definisi gaya tersebut, maka persamaan (b.2) menjadi: (b.4)

Hubungan ini disebut persamaan gerak yang searah sumbu x. Dengan cara yang sama, dapat diperoleh persamaan gerak pada arah lainnya.

Selanjutnya perhatikan kembali persamaan (a.1), (a.2), (a.4), (a.5) dan (a.6) *lihat postingan sebelumnya*. Menggunakan persamaan-persamaan tersebut persamaan (b.4) dapat diturunkan menjadi: (b.5)

Dengan cara yang sama, persamaan (b.4) dapat diterapkan pada sumbu y dan z, yaitu: (b.6) dan (b.7)

Gelombang merambat pada suatu media ke segala arah. Secara tiga dimensi arah perambatan gelombang dinyatakan dengan sumbu x, y, z. Untuk menentukan persamaan gelombang ini, diferensiasi persamaan (b.5; b.6 dan b.7) masing-masing terhadap x, y dan z sehingga untuk persamaan (b.5) diperoleh: (b.8)

Persamaan (b.8) merupakan persamaan gelombang longitudinal. Dari persamaan gelombang tersebut diperoleh kecepatan gelombang longitudinal atau dikenal dengan kecepatan gelombang-P yaitut: (b.9)

Untuk menurunkan persamaan gelombang transversal, maka persamaan (b.6) diturunkan terhadap z dan persamaan (b.7) diturunkan terhadap y. Hasil turunan persamaan (b.6) dikurangi hasil turunan persamaan (b.7) menghasilkan: (b.10)

Dengan menggunakan definisi pada persamaan (a.3), hubungan ini (dalam arah x) dituliskan menjadi: (b.11)

Untuk arah penjalaran y dan z diturunkan dengan cara yang sama, sehingga diperoleh hubungan: (b.12) & (b.13)

Persamaan (b.11), (b.12) dan (b.13) menyatakan persamaan gelombang transversal. Dari persamaan gelombang tersebut diperoleh kecepatan gelombang transversal atau dikenal dengan kecepatan gelombang-S yaitu: (b,14)

Berdasarkan pola-pola dari persamaan (b.8), (b.11), (b.12) dan (b.13), kita dapat menarik suatu konklusi bahwa persamaan tersebut berlaku umum. Hubungan ini disebut persamaan gelombang skalar, secara umum dituliskan dengan: (b.15). Dengan v menyatakan kecepatan tetap dan ψ menyatakan fungsi gelombang pada posisi x, y, z dan waktu t tertentu, atau dituliskan ψ(x,y,z,t).

Reference:

Ramalis, T.R. (2001). Gelombang dan Optik. Common Textbook pada Jurdik.Fisika FPMIPA UPI.

Telford, W.M., Geldart, L.P dan Sheriff, R.E. (1990). Applied Geophysics. Second Edition. Cambridge University Press.

(Gambar) Applied Geophysics – Waves and rays – I.pdf

P&Svelocities_Sherriff-Geldart_Courtesy

All about seismic

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Jika sebuah medium/benda padat berada dalam keadaaan setimbang dipengaruhi gaya-gaya yang berusaha menarik, menggeser, atau menekannya maka bentuk benda tersebut akan berubah (terdeformasi). Jika benda kembali ke bentuknya semula bila gaya-gaya dihilangkan maka benda dikatakan elastik. Hubungan antara gaya dan deformasinya dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep tegangan (stress), regangan (strain), hukum Hooke dan konstanta elastiknya.

54321b

a. Tegangan

Tegangan (stress) didefenisikan sebagai gaya persatuan luas. Apabila gaya yang bekerja tegak lurus terhadap permukaan, maka stress yang demikian dikatakan tegangan normal (normal stress). Sedangkan gaya yang bekerja sejajar dengan permukaan dikatakan sebagai tegangan geser (shearing stress). Untuk gaya yang bekerja dalam arah yang tidak sejajar dan tidak tegak lurus pada permukaan, tegangannya dapat diuraikan ke dalam komponen normal dan komponen geser.

Jika kita meninjau sebuah elemen kecil volume dimana tegangannya berada pada dua permukaan yang tegak lurus terhadap sumbu x, maka komponen-komponen tegangannya ditunjukkan seperti pada gambar A.

Tegangan normal ditunjukkan oleh σxx, sedangkan tegangan geser ditunjukkan oleh σyx dan σzx. Jika benda berada dalam kesetimbangan statis, gaya-gaya yang bekerja padanya harus setimbang. Ini berarti bahwa ketiga tegangan yakni: σxx, σyx dan σzx bekerja pada bidang OABC haruslah sama dan berlawanan dengan hubungan tegangan yang ditunjukkan pada bidang DEFG.

b. Regangan

Gaya-gaya yang dikerjakan pada suatu benda berusaha meregangkan benda tersebut. Perubahan fraksional suatu benda elastik baik bentuk maupun dimensinya dinamakan dengan regangan (strain). Analisis kuantitatif dua dimensi (2D) regangan dapat diilustrasikan seperti pada gambar B.

Pada gambar tersebut kita dapat melihat perubahan posisi koordinat PQRS menjadi P’Q’R’S’. Pada saat titik P berubah menjadi P’, PP’ mempunyai komponen u dan v. Kita misalkan u= u(x,y) dan v= v(x,y), maka:

54321c1

Dalam bentuk tiga dimensi, komponen perpindahan titik P (x, y dan z) ditulis dengan (u, v dan w), sehingga Regangan normal adalah: (a.1), Regangan geser adalah: (a.2), sedangkan komponen regangan pada benda yang mengalami perpindahan secara rotasional adalah: (a.3).

Perubahan dimensi yang disebabkan oleh strain normal akan mengakibatkan perubahan volume. Perubahan volume per satuan volume disebut dilatasi (dilatation) dan diberi simbol Δ, dengan: (a.4)

54321d1c. Hukum Hooke

Hukum Hooke merumuskan hubungan antara tegangan dan regangan. Hooke mengemukakan bahwa jika tegangan bekerja pada sebuah benda dan menimbulkan regangan cukup kecil, maka terdapat hubungan secara linier antara tegangan dan regangan. Tanpa memperhitungkan komponen arah atas kedua variabel tersebut, pada medium yang bersifat homogen isotropik –Dalam seismologi, medium elastik yang bersifat homogen isotropik didefinisikan sebagai sifat medium dimana tidak terdapat variasi densitas didalam medium sehingga gelombang menjalar dengan kecepatan yang sama dalam medium–, Hooke mendefinisikan: (a.5) & (a.6)

λ dan μ disebut konstanta Lame, dengan μ menyatakan hambatan regangan geser. Pada harga tegangan tetap (σ) regangan akan menjadi besar bila modulus gesernya kecil, begitu juga sebaliknya.

d. Konstanta elastik

Konstanta elastik adalah tinjauan hubungan antara tegangan-regangan dan perubahan bentuk benda yang ditimbulkannya. Untuk medium yang homogen isotropik konstanta elastik meliputi modulus Young, modulus Bulk, modulus Rigiditas dan rasio Poisson.

Modulus Young (Y)

Didefinisikan sebagai besarnya regangan yang ditunjukkan oleh perubahan panjang suatu benda. Semua komponen regangan yang tidak searah sumbu panjang adalah nol. Hal ini disebabkan tegangan hanya terjadi pada arah sumbu panjang tersebut, pada arah yang lain tegangannya nol. Perumusannya adalah: (a.7)

Modulus Bulk (Κ)

Menyatakan regangan yang dialami oleh suatu benda yang ditunjukkan oleh perubahan volume benda tersebut. Tegangan pada modulus ini didefinisikan sebagai tekanan hidrostatik. Jadi modulus Bulk adalah hubungan antara tegangan dan regangan pada benda yang mengalami tekanan hidrostatik. Bila tekanan hidrostatik Ph= F/A dan regangan volume Δ= ΔV/V, maka modulus Bulk adalah: (a.8)

Modulus Rigiditas (μ)

Tekanan terhadap suatu benda dapat menimbulkan regangan berupa pergeseran pada salah satu permukaan bidangnya. Tekanan yang bekerja pada benda ini disebut tekanan geser dan regangannya disebut regangan geser. Perubahan bentuk akibat pergeseran ini tidak disertai perubahan volumenya. Hubungan antara tegangan dan regangan yang menimbulkan pergeseran sederhana ini disebut modulus Rigiditas. Perumusan matematisnya adalah: (a.9)

Rasio Poisson (σ)

Rasio Poisson atau poisson’s ratio adalah ukuran besarnya regangan pada suatu benda berupa kontraksi dalam arah transversal dan peregangan dalam arah longitudinal akibat terkena tekanan. Apabila pernyataan tersebut diterapkan pada silinder dimana arah transversalnya dinyatakan dengan diameter silinder (D) dan arah longitudinal dengan panjang silinder (L), maka rasio Poisson adalah: (a.10)

Hubungan antara konstanta elastik pada medium homogen isotropik saling terkait membentuk perumusan sebagaiberikut, yaitu: (a.11). Nilai empiris konstanta-konstanta elastik dalam medium elastik (Muslim, Z., 1996) disajikan pada tabel berikut.

54321

Reference:

Ramalis, T.R. (2001). Gelombang dan Optik. Common Textbook pada Jurdik.Fisika FPMIPA UPI.

Telford, W.M., Geldart, L.P dan Sheriff, R.E. (1990). Applied Geophysics. Second Edition. Cambridge University Press.

Muslim, Z. (1996). Gelombang dan Optika, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan Pendidikan Tinggi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

elastic-moduli

Baca juga:

All about seismic

Teori Seismik (Penurunan Persamaan Kecepatan Gelombang-P & Gelombang-S)?

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

Just: A SYAFRAN EKASAPTA

Progress

yang nge_lirik

website stats

Bila anda tidak menemukan apa yg hendak dicari, manfaatkan menu SEARCH berikut, dengan keyword yg tepat.

RSS kompas >> Sains

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

catatan hari ini…!

" ........... tetap 'fokus' pada impian-impian & evaluasi diri!!!! ..............."
Support Palestine

RSS physicist-job

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS info beasiswa – s1 s2 s3

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

sejenak listen to the music

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.