Intermezzo..
Penampang seismik baratdaya-timurlaut sepanjang batas paparan di timurlaut Teluk Meksiko, barat Florida, menunjukkan suatu shelf platform karbonat. Ujung dari batas paparan tersebut lebih curam dari 450 sehingga nampak sebagai sekumpulan difraksi (1) yang mengganggu reflektor-reflektor utama. Dua sekuens (2,3) di bagian atas penampang menipis pada batas platform. Endapan pada dasar slope (4) mengandung klastik halus dalam jumlah banyak yang ditranspor secara lateral sepanjang dasar escarpment dari baratlaut. Endapan di bawah sekuens (2) berumur Cretaceous Menengah.
What’s ‘the story’ of picture representating? ![]()
Seismic Sequence – Analysis
Analisis sekuen seismik didasarkan pada indentifikasi urut-urutan stratigrafi sesuai dengan konsep sekuen pengendapan (depositional sequence), yaitu: sebuah unit stratigrafi yg terdiri dari urut-urutan lapisan yg sesuai secara genetic dan dibatasi oleh ketidakselarasan atau keselarasan yg korelatip di bagian atas (top) dan bawahnya. Ketidakselarasan secara stratigrafi sangat penting karena pada umumnya lapisan diatas ketidakselarasan lebih muda umurnya dari pada dibawahnya. 
Aim
• Identification of sequences in seismic
• Determine the sequence of the sedimentation
• Analyse sealevel fluctuations.
Sequences are on the upper- or/and lower part terminated by “unconformities” or concordancen. The figure below shows the most important types:

When different sequences can be identified in a seismic section, one can construct the time sequence of the sediment (Chronostratigraphy). One can then draw conclusions about the interpretations for different phases of relative rise or fall of the sealevel (Transgression and Regression).
Seismic Facies – Analysis
Analisis fasies seismik dilakukan dalam usaha pendeskripsian dan interpretasi geologi berdasarkan parameter2 refleksi seismic yg meliputi: kontinuitas refleksi (berhubungan dengan kontinuitas lapisan), konfigurasi refleksi (dapat menggambarkan pola2 perlapisan secara kasar, sehingga dapat diinterpretasikan proses2 pengendapan erosi, paleotopografi dan juga kemungkinan adanya kontak fluida seperti gas-minyak atau gas-air, yg ditunjukkan adanya flatspot), amplitudo (berkaitan dengan impedansi akustik, dapat membantu dalam memperkirakan adanya perubahan litologi dalam arah lateral), frekuensi (berkaitan dengan spasi reflector) dan kecepatan intervalnya (membantu dalam analisis litologi dan sifat batuan).
Additional to the boundaries of a seismic sequences, one can also investigate the reflection characteristics inside a sequence. Areas with similar refection character correspond to a seismic facies. Not only the time sequence of the sedimentation can be obtained, but it is also possible that conclusions can be drawn about the sedimentation in the environment.
Similar to the boundaries of a sequence, there are different concepts, to describe the character of reflections.


Reference: dikutip dari…… ![]()
Jan Van Der Kruk. WS 2004/2005. Reflection Seismic I. Institut fur Geophysik.
Awali Priyono. 2006. Diktat Kuliah Metoda Seismik I. ITB.
Prihadi S. Interpretasi Seismik Geologi. ITB



















2 comments
Comments feed for this article
Agustus 4, 2009 pada 10:59 am
enozone
td nya pas liat judul tulisan ini, kebayang lirik nasyidnya “seismic”…eh….ga taunya “seismic” pelajaran tooh….:D
Agustus 5, 2009 pada 8:48 am
asyafe
iya eno! ada tim nasyid yg namanya “seismic” ya!
khusus yg ini, yuk..kita belajar!
salam-sy