Teknologi termoelektrik bekerja dengan mengonversi energi panas menjadi listrik secara langsung (generator termoelektrik), atau sebaliknya, dari listrik menghasilkan dingin (pendingin termoelektrik). Untuk menghasilkan listrik, material termoelektrik cukup diletakkan sedemikian rupa dalam rangkaian yang menghubungkan sumber panas dan dingin. Dari rangkaian itu akan dihasilkan sejumlah listrik sesuai dengan jenis bahan yang dipakai.
Fenomena termoelektrik pertama kali ditemukan tahun 1821 oleh ilmuwan Jerman, Thomas Johann Seebeck. Ia menghubungkan tembaga dan besi dalam sebuah rangkaian. Di antara kedua logam tersebut lalu diletakkan jarum kompas. Ketika sisi logam tersebut dipanaskan, jarum kompas ternyata bergerak. Belakangan diketahui, hal ini terjadi karena aliran listrik yang terjadi pada logam menimbulkan medan magnet. Medan magnet inilah yang menggerakkan jarum kompas. Fenomena tersebut kemudian dikenal dengan efek Seebeck.
Penemuan Seebeck ini memberikan inspirasi pada Jean Charles Peltier untuk melihat kebalikan dari fenomena tersebut. Dia mengalirkan listrik pada dua buah logam yang direkatkan dalam sebuah rangkaian. Ketika arus listrik dialirkan, terjadi penyerapan panas pada sambungan kedua logam tersebut dan pelepasan panas pada sambungan yang lainnya. Pelepasan dan penyerapan panas ini saling berbalik begitu arah arus dibalik. Penemuan yang terjadi pada tahun 1934 ini kemudian dikenal dengan efek Peltier. Efek Seebeck dan Peltier inilah yang kemudian menjadi dasar pengembangan teknologi termoelektrik.
Setelah itu, perkembangan termoelektrik tidak diketahui dengan jelas sampai kemudian dilanjutkan oleh WW Coblenz pada tahun 1913 yang menggunakan tembaga dan constantan (campuran nikel dan tembaga). Dengan efisiensi konversi sebesar 0,008 persen, sistem yang dibuatnya itu berhasil membangkitkan listrik sebesar 0,6 mW.
AF Ioffe melanjutkan lagi dengan bahan-bahan semikonduktor dari golongan II-V, IV-VI, V-VI yang saat itu mulai berkembang. Hasilnya cukup mengejutkan, di mana efisiensinya meningkat menjadi 4 persen. Ioffe melakukan satu lompatan besar di mana ia berhasil menyempurnakan teori yang berhubungan dengan material termoelektrik. Teori itu dibukukan tahun 1956 yang kemudian menjadi rujukan para peneliti hingga saat ini.
Penelitian termoelektrik muncul kembali tahun 1990-an setelah sempat menghilang hampir lima dasawarsa karena efisiensi konversi yang tidak bertambah. Setidaknya ada tiga alasan yang mendukung kemunculan tersebut.
Pertama, ada harapan besar ditemukannya material termoelektrik dengan efisiensi yang tinggi, yaitu sejak ditemukannya material superkonduktor High-Tc pada awal tahun 1986 dari bahan yang selama ini tidak diduga (ceramic material).
Kedua, sejak awal 1980-an, teknologi material berkembang pesat dengan kemampuan menyusun material tersebut dalam level nano. Teknologi analisis dengan XPS, UPS, STM juga memudahkan analisis struktur material.
Ketiga, pada awal tahun 1990, tuntutan dunia tentang teknologi yang ramah lingkungan sangat besar. Ini memberikan imbas kepada teknologi termoelektrik sebagai sumber energi alternatif.
Referensi: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0408/07/ilpeng/1193270.htm. Melirik Teknologi Termoelektrik Sebagai Sumber Energi Alternatif. Edi Sukur, Post Doctoral Fellow pada Tonen General Sekiyu KK, Jepang.
integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:
Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

















9 comments
Comments feed for this article
Oktober 7, 2008 pada 1:47 pm
Eka
ini kang, masih ingat dengan saya eka sugandi, ngblog fisika juga neeh
Oktober 7, 2008 pada 2:43 pm
asyafe
So easy & fun ya ngeblog fisika. Iya, sepertinya sy inget..yang sering dimarahin sama Bu Ati itu kan? teu ketang, heureuy!
Chayo..
Senang punya kawan di dunia cyber
Oktober 8, 2008 pada 9:22 am
randysmk4
hy aQ mau nanya siapa nama penemu energi termoelektrik, mengapa ia menemukan energi itu, apa penyebabnya, dan apa fungsi energi itu ???
Oktober 8, 2008 pada 10:36 am
asyafe
sy coba jawab ya dek Dani
Jawabannya adalah kayanya udah ada penjelasannya di atas, tinggal dicerna ajah…met baca ya!Chayo
Oktober 14, 2008 pada 11:01 am
Chic
kok saya makin ga ngerti?
Oktober 14, 2008 pada 6:01 pm
asyafe
bagi yang ngerti share ya dsini..hehe.
Oktober 15, 2008 pada 5:09 pm
imankristen
Persamaan kesetimbangan energi…
Wuih… keren…
November 1, 2008 pada 8:09 am
Abdurrahman
tahun depan kalo lulus tpb fttm (amiin) mau masuk TM
waa..ntar belajar kayak ginian…WAaaa
mari mengulang pelajaran sambil ngeblog
November 4, 2008 pada 5:55 am
asyafe
@imankristen: Mmm..pake rumus yang mana hayoo!!!
@abdurahman: amieen2