Gunung merupakan suatu daerah yang mempunyai perbedaan tinggi yang kontras dengan daerah disekitarnya. Sebuah gunung dapat didefinisikan apabila memiliki puncak lebih dari 610m *Mmm…dari atas permukaan laut ato dari dasar laut ya!!!?*. Nah, bila terdapat suatu jalur busur yang memanjang antara puncak yang satu dengan puncak lainnya yang saling berhubungan maka fenomena itu dikenal sebagai pegunungan. Sekarang mari kita sedikit menelaah bagaimana geofisikanya pegunungan Bukit Barisan di pulau Sumatera, Indonesia!!!.

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng aktif dunia, yaitu: lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik yangmana kepulauan di nusantara tersebut akan terus bergerak rata2 3-6cm *bahkan 12cm* per tahunnya, yang saling berrtumbukan/berinteraksi.

Pulau sumatera sendiri berada pada zona wilayah tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Gambar disamping berikut adalah visualisasi kronologis dari pulau Sumatera (Isya N Dana, pakar Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi).

Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran pengunungan yang membentang dari ujung utara (di Nangroe Aceh Darusalam) sampai ujung selatan (di Lampung) pulau Sumatra. Proses pembentukan pegunungan ini berlangsung menurut skala tahun geologi yaitu berkisar antara 45 – 450 juta tahun yang lalu. Teori pergerakan lempeng tektonik menjelaskan bagaimana pegunungan ini terbentuk.

Lempeng tektonik merupakan bagian dari litosfer padat yang terapung di atas mantel yang bergerak satu sama lainnya. Terdapat tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila: 1] Kedua lempeng saling menjauhi (spreading) ; 2] Saling mendekati (collision) ; 3] Saling geser (transform).

Tumbukan lempeng tektonik antara indian-australian plate dengan eurasian plate terus bergerak secara lambat laun. Saat kedua lempeng bertumbukan *saling mendekati*, bagian dari indian-australian plate berupa kerak samudera yang memiliki densitas yang lebih besar *tentu lebih berat* tersubduksi tenggelam jauh ke dalam mantel dibandingkan dengan kerak benua pada eurasian plate *di posisi pulau sumatera*. Zona gesekan akibat gaya tekan dari tumbukan tersebut menjadi begitu panas sehingga akan mencairkan batuan disekitarnya (peleburan parsial). Kemudian batuan cair tersebut *magma* naik lewat/menerobos/mendesak kerak dan berusaha keluar pada permukaan dari lempeng di atasnya. Alhasil terbentuklah busur pegunungan bukit barisan di bagian tepi eurasian plate, di pulau Sumatera, Indonesia J. *Nah kawan2..akhirnya pada bagian ini kita dapat melihat salah satu manifestasinya berupa puncak tertinggi pada gunungapi Kerinci, 3.805mdpl, di Jambi*.

Bumi/Earth terdiri atas 3bagian utama, yakni: litosfer (kerak bumi yang terdiri atas lempeng samudera & lempeng benua, bertemperatur antara 30-50 derajat Celcius), mantel (dikenal sebagai astenosfer, berupa pasta panas) & inti bumi (solid core & liquid core, bertemperatur mencapai ribuan derajat Celcius). Sederhananya adalah bahwa temperatur bumi semakin ke dalam relatif semakin panas. Pergerakan lempeng tektonik muncul akibat dipicu oleh panas pada inti bumi. Sehingga secara ilmiah/alamiah akan terjadi pergerakan materi panas ke dingin atau “arus konveksi” yang mengakibatkan litosfer dibagian atas juga ikut bergerak (baik spreading, collision, atau transform).

Nah, secara fisis sekarang coba kita telaah sebuah analogi peristiwa arus konveksi saat kita memasak air di kost_an *ciyee, mandiri nie*:

Air yang paling dekat pada sumber panas tentu akan paling dulu memuai. Masa jenisnya ato densitasnya kemudian menurun. Akibatnya, kolom air tersebut terangkat naik ke permukaan. Sebaliknya, air di sebelah atasnya bergerak ke arah bawah. Demikian seterusnya, air di bawah naik karena memuai dan air diatasnya turun mengisi tempat yang ditinggalkan. Sehingga terjadi aliran ‘konveksi’ air di dalam panci. Nah, kalo kita taruh selembar kertas diatas permukaan air pada sistem tersebut, kita dapat melihat salah satu sisi arah pergerakannya”. Konveksi terjadi dengan medium yang bergerak sambil membawa panas.

Teori mengenai gaya konveksi inti bumi dilontarkan oleh Arthur Holmes (Scottish geologist, 1929) yang mampu menerangkan mekanisme gerakan lempeng tektonik dari Alfred Wegener (German meteorologist and geophysicist, 1912).

(Referensi: Disarikan dari berbagai sumber)

integrated article..
processing & analisis on Geowave Technology, PT:

Geological, Geophysical & Reservoir Analysis for Hydrocarbon Services*

About these ads