Dalam seismik, kita sering mendengar istilah wavelet. Wavelet adalah tubuh gelombang dari gelombang yang menjadi sumber dalam eksplorasi seismik refleksi. Ada dua properti penting dalam sebuah wavelet, yaitu polaritas dan fase.
Terdapat dua jenis polaritas dalam wavelet, yaitu polaritas normal (normal polarity) dan terbalik (reverse polarity). Pada polaritas normal, kenaikan impedansi akustik akan digambarkan sebagai lembah (trough) pada trace seismik, sedangkan pada polaritas negatif, kenaikan impedansi akustik akan dilambangkan dengan puncak (peak) pada trace seismik (berdasarkan konvensi SEG, Yilmaz, O., 1990).
Terdapat empat macam jenis fase dalam wavelet, yaitu fase minimum (minimum phase), fase nol (zero phase), fase maksimum (maximum phase) dan fase campuran (mix phase). Tapi yang paling banyak dipakai didalam pengolahan data dan interpretasi seismik adalah wavelet fase minimum dan fase nol (Prihadi, S, 2004).
Wavelet fase nol lebih menguntungkan dibandingkan dengan wavelet fase minimum. Wavelet fase nol dengan puncak tunggal pada arrival time, dengan ekor seminim mungkin, akan memudahkan interpreter dalam penentuan waktu refleksi sehingga proses interpretasi kecepatan (picking) – dalam rekaman hiperbolik reflektor pada gather – menjadi lebih mudah dan akurat. Wavelet fase nol simetri pada waktu sama dengan nol dan amplitudo maksimum umumnya berimpit dengan spike refleksi.
Gelombang seismik yang terekam (trace seismic) merupakan hasil konvolusi antara wavelet sumber dengan refllektor series. Konvolusi adalah suatu proses matematika yangmana diperoleh keluaran dari suatu masukan pulsa gelombang ke dalam sistem LTI (linear time invariant) yang dioperasikan dengan notasi asterik (*) (Sismanto, 1996). Sebagaimana dikemukakan oleh Fred J.Taylor (1994) bahwa “The response of an at-rest, causal LTI system having an impulse response h(t) to a causal signal x(t), is defined by the convolution process y(t )= h(t) * x(t)”.
Dalam survei seismik, misalkan pulsa dari sumber seismik dt dan sistem reflektifitas bumi bt maka gelombang seismik yang terekam di seismogram (trace seismik) ft ialah sebagai hasil konvolusi dari sistem tersebut, dituliskan sebagai dt * bt = ft . Misalkan s(t) adalah jejak seismik, w(t) adalah wavelet sumber dan r(t) adalah reflector series, maka: s(t) = w(t) * r(t)
(Referensi: Disarikan dari berbagai sumber)
Baca Juga: Daftar-Ramuan


















8 comments
Comments feed for this article
Agustus 4, 2008 pada 9:57 am
pia
Asslm.hmmm, wavelet, jadi ingat skripsi.mo nanya w(t) bukannya wavelet seismik, kok jadi wavelet sumber? trus reflector series itu apaan, terjemahan bebasnya deret reflektor bukan?sepanjang yang aku paham, wavelet itu kaya’ pake mikroskop untuk memilah2 gelombang, semacam itu. tapi itu aja y aku ingat, selanjutnya buram.
Agustus 4, 2008 pada 5:08 pm
asyafe
Wa’alaikum salam
Alur sederhananya berupa sinyal sumber *pulsa sumber berenergi besar* sebagai INPUT >> masuk ke sistem bumi berlapis (FILTER) >> OUTPUTnya kemudian dideteksi dipermukaan bumi, terlihat pada seismogram. Nah, sampai sini padanan yg tepat w(t) menurut sy ialah wavelet sumber Pia. Kalau wavelet seismik kurang spesifik. Mengenai rgeflektor series dapat diartikan sebagai deretan koefesian refleksi dari sistem reflektifitas bumi. Saat kuliah dulu kan kita pernah belajar bahwa: koefesian refleksi didapat dari perbandingan antara amplitudo pulsa terpantul terhadap amplitudo pulsa datang, baik 1lapisan ato n-lapisan. Nah lagi bahwa pd proses dekonvolusilah *banyak metodanya* kita usahakan “memilah/ mengkompress/ menguraikan” hasil konvolusinya seolah2 yg tersisa hanyalah reflektivitasnya saja. Dengan kata lain hasil yg terlihat berupa tampilan lapisan2 bumi dalam skala seluruh gather, tidak “dinodai” lg oleh wavelet sumber. Sekian aja, mudah2an tercerahkan, hehe. Mungkin ada koreksi dari kawan2 yg laen?? ditunggu.
Agustus 6, 2008 pada 12:15 pm
Aya
saya ada ptanyaan dr dosen,mendasar tapi saya tanya ke teman dan senior ga ada yang tau. the question is:
misalkan ada 3 lapisan yaitu sand-shale-sand.mengapa polaritas gelombang seismik saling berkebalikan, yaitu bila gelmbg melalui bidang refleksi sand-shale (trough, impedansi rendah ke tinggi) dengan bila melalui bidang refleksi shale-sand (Peak, impedansi tinggi ke rendah)?mengapa tidak semua peak or trough? dosen saya tidak ingin jawaban saya dikaitkan dengan koefisien refleksi, tetapi lebih pada sifat/fenomena yang terjadi pada gelombang bila melalui medium yang berbeda impedansi.
Agustus 6, 2008 pada 7:24 pm
asyafe
Mmm..sy jd ikut bingung Aya, jwaban yg diinginkan dosen apa ya?? toh analisis koefesien refleksi ujung2nya urusan impedansi akustik juga. Sy coba dengan contoh analog, reverse polarity atas indikator amplitudo terjadi bila konektor pada detektor terbalik. Jawabannya nyambung ga ya??
hayoo bagaimana dngan kawan2 yg laen, asyik nih topiknya! hidrokarbon euy…
Agustus 8, 2008 pada 3:14 am
asyafe
Ato mungkin yang ini Aya : http://www.mail-archive.com/fogri@iagi.or.id/msg01255.html
September 2, 2008 pada 1:37 pm
Pencari Kebenaran
untuk aya saya ingin mencoba menjawab, untuk hal ini yang dikaitkan dengan seismik tidak lepas dari akustik impedance yaitu properti fisik dari suatu batuan.. Untuk batuan yang dilewati oleh suatu gelombang maka akustik impedance dipengaruhi oleh densitas dari batuan dan kecepatan gelombang ketika melewati medium tersebut. Untuk kasus yg diberikan kita ketahui kecepatan gelombang di sand lebih cepat dari shale sehingga, perbedaan akustik impedance dari kedua material akan memberikan suatu respon yang akan menandakan perbedaan dari properti fisik dari kedua material. Seharusnya sand – shale respon akan positive (peak) tetapi jika through maka ada something wrong (anomali) pada daerah tersebut, analisa densitas dari kedua batuan harus kita ketahui, densitas sand yang terisi dari gas akan memiliki akustik impedansi yang kecil sehingga untuk kasus ini respon-pun akan negative..
September 2, 2008 pada 4:44 pm
asyafe
Wow…siip, mantab banget nih analisisnya
Hallo..hallo Aya?? Nanti kamu berkunjung kesini lagi ya?
November 7, 2009 pada 6:16 am
todi
mau bertanya tentang solusi metode beda hingga untuk penyelesaian persamaan gelombang.
ada bisa bantu g?