Dalam metode seismik refleksi sumber gelombang buatan yang dikirimkan menembus tiap lapisan bumi akan dipantulkan kembali berdasarkan reflektifitas batas lapisan. Sinyal hasil pantulan dari satu titik reflektor direkam oleh sekelompok receiver yang berbeda dikenal dengan istilah CDP (common depth point). Kumpulan CDP data seismik atau CDP gather yang berjumlah ratusan bahkan ribuan – tergantung sistem survei lintasan – kemudian diolah sedemikian rupa menggunakan aplikasi teknologi komputasi untuk mendapatkan sebuah penampang seismik vertikal 2D. Permasalahannya ialah selama gelombang seismik menjalar dari posisi sumber (shot point) menuju detektor (receiver) di atas permukaan bumi, pada kenyataannya titik refleksi sinyal respon seismik mengalami pergeseran terhadap posisi tempat (kedalaman) yang sebenarnya akibat suatu reflektor non-horizontal. Maka dari itu diperlukan proses selanjutnya untuk memindahkan data seismik tersebut ke posisi yang benar secara horisontal maupun vertikal, yang dinamakan dengan proses migrasi. Hasil migrasi diharapkan dapat membuat reflektifitas penampang seismik lapisan bawah permukaan menjadi lebih representatif, sehingga tahap interpretation selanjutnya pada penampang seismik termigrasi akan semakin optimum, khususnya mengenai penentuan prospek sumber daya alam di bawah permukaan daerah target.
FLOW pengolahan data seismik Operation of Marine seismic ; Tipe-tipe (Jenis) Migrasi Seismik? Seismic Sources & Degradasi Sinyal Seismik..?

















2 comments
Comments feed for this article
Juli 23, 2009 pada 12:06 pm
lahmuddin
kalau menurut saya penampang2 seismik yang ditampilkan masih kurang.
Juli 24, 2009 pada 6:03 am
asyafe
betul! betul Mas lahmudin! hehe..
nanti kalo ada pic yg bagus disisipkan.. thx
salam-sy